ayo menggambar

PELUKIS WAHDI SUMANTA SUKA MENGGAMBAR PEMANDANGAN, PELUKIS ABDULSALAM PADA WAKTU JAMAN REVOLUSI MENGGAMBAR KARIKATUR DAN KOMIK PERJUANGAN, SEDANGKAN SAYA HANYA MEMBERIKAN CARA MENGGAMBAR DENGAN CAT AIR DENGAN ALAT SEDERHANA

Wednesday, June 27, 2012

Melukis dengan Cat Air untuk Semua


MELUKIS DENGAN CAT AIR UNTUK SEMUA.
Utamanya untuk siswa SMP, SMA dan Mahasiswa

Kamu dapat melihat banyak bangunan, jembatan, menara laut, dan pemandangan alam, buah-buahan dan sayuran   yang sangat sayang untuk kamu lewatkan begitu saja untuk tidak kamu lukis. Pikiran dan penglihatanmu yang dapat menikmati keindahan anugerah Illahi itu dapat mencatat keindahan secara terjangkau  dengan menggunakan cat air.
                                                                                 Gambar 1: Alat gambar yang diperlukan.

Petunjuk cara menggambar ini bermanfaat karena kurang lebih telah dipakai oleh kebanyakan pelukis cat air pada umumnya yaitu mengecat dari yang tipis atau encer dulu.
Melukis dengan cat air menggunakan bahan-bahan  dan alat standar masih lebih murah dibandingkan dengan menggambar dengan cat minyak. Yang saya sebut standar ialah menggunakan kwas-kwas bulu binatang yang agak mahal, kertas tebal khusus, cat air bermutu dengan banyak warna dan  lateks untuk menutup bagian yang tidak akan dicat pada obyek lukisan yang rumit dan sebagainya.
Kamu yang tinggal di Indonesia tidak begitu mudah untuk mendapatkan bahan dan alat menggambar dengan cat air yang standard karena   bahan-bahan itu  terbatas dan mahal dibandingkan dengan di negara yang makmur, dan hanya dijual di toko alat tulis besar.
Yang akan saya bicarakan disini adalah menggambar dengan cat air menggunakan bahan dan alat yang di bawah standar (substandar) karena yang standar itu masih agak jarang dijual di toko-toko alat tulis biasa di kota-kota di Jawa.  Dengan memakai alat dan bahan  substandard biaya akan lebih murah lagi tetapi kamu dapat kesempatan untuk melukis.
Substandar yaitu kamu menggunakan kwas bukan dari bulu binatang tetapi dari bulu buatan/ sintetik, kertas yang dipakai bukan kertas khusus untuk melukis dengan cat air yaitu tebal tetapi kertas yang sebetulnya untuk maksud percetakan. Cat air yang  digunakan  ialah yang banyak dijual di toko-toko  alat tulis sederhana. Cat air terdiri dari 12 tube paling kurang seharga Rp. 12.000 dapat  digunakan.  Cara melukis substandar tidak memakai lateks  penutup kertas dan sebagainya.
Akan tetapi walaupun hanya menggunakan bahan substandard hasilnya lumayan seperti apa yang kamu lihat dibawah ini.
Di penjual kertas untuk percetakan atau di toko alat tulis dapat kamu membeli kertas Concord untuk keperluan cetak mencetak tetapi dapat kamu gunakan pula untuk menggambar dengan cat air. Kertas ini agak tebal, tidak menyerap air dan tidak berkeriput kalau kena air. Kertas ini tidak cukup tebal untuk digaruk dengan silet atau pisau yang sering dilakukan dalam menggambar dengan cat air yang standar. Konsekwensi menggambar dengan bahan dan alat substandard adalah tidak dapat seluruh teknik menggambar dengan cat air yang standar dapat kamu laksanakan tetapi tidak mengapa. Nanti kalau kamu sudah menguasai cara substandard, cara standar akan lebih mudah bagimu. 
Bulu-bulu kwas yang kamu gunakan harus mempunyai sifat melenting agar menggambarnya enak.  Pilihlah kwas yang kalau dicelupkan ke dalam air dan diarahkan ke bawah bulunya akan meruncing dan tidak terbelah. Kwas yang bulunya tidak mempunyai daya lenting sangat sukar digunakan untuk melukis dengan cat air. Harga kwas bulu binatang cukup mahal antara Rp. 40.000 sampai Rp. 100.000 tergantung ukuran kwasnya. Sebagai penggantinya di toko juga dijual kwas dari bulu sintetik dengan harga antara Rp. 10.000 yang kecil sampai Rp. 20.000 yang besar per buah.
Untuk belajar belilah empat buah kwas dari yang kecil nomor 1,  agak besar nomor 3, menengah nomor 6 dan menengah besar nomor 8. Semua kwas tersebut adalah adalah  jenis bulat, bukan pipih.

RAHASIANYA
Mengecat dari yang encer dulu, kemudian menunggu kering,
lalu mengecat yang lebih pekat.

Pengecatan Tahap Satu.
Setelah kamu membuat sketsa dengan pensil, bersihkan garis-garis pensil yang tidak berguna dengan karet penghapus. Kemudian mulailah mengecat dengan cat air encer menggunakan kwas ukuran 6 dan 8. Yang kamu cat adalah bagian-bagian yang luas di dalam gambar tersebut. Misalnya langit dan awan, rerumputan hijau dan hutan, pepohonan dan permukaan danau yang jauh. Warna putih awan bukan dari mengecat dengan cat air putih atau poster color putih tetapi adalah dari warna kertas. Karena semua bagian gambar kamu cat dengan cat air encer, maka gambar akan kelihatan pucat. Jangan kecil hati, memang demikianlah prosesnya. Tunggu kering.

Pengecatan Tahap Dua.
Tahap ini dilakukan  setelah gambar pada Tahap Pengecatan Satu telah kering. Pengecatan Tahap Dua  menggunakan larutan cat air yang lebih kental menggunakan kwas ukuran 3 dan 6. Bagian-bagian gambar yang kamu cat lebih sempit dari pada Tahap Satu karena yang kamu cat adalah bayangan bangunan dan pohon yang agak gelap atau warna yang lebih tua dari benda-benda yang agak dekat. Tunggu kering.

Pengecatan Tahap Akhir
Pengecatan Tahap Akhir adalah menggunakan larutan cat air yang lebih pekat lagi menggunakan kwas nomor 1 dan 3. Daerah yang kamu cat lebih sempit lagi dari  pada Tahap Dua karena merupakan bayangan yang paling gelap atau warna yang paling tua dari benda-benda yang paling dekat. Tunggu kering. Rapikan dengan poster color putih.

ALAT DAN BAHAN  YANG KAMU GUNAKAN
Dapat kamu beli dimana-mana

Alat-alat yang kamu gunakan di sini adalah alat-alat yang dapat kamu beli di  toko alat tulis sederhana dan sebagian lain di toko-toko penjual alat masak yang biasa terdapat dimana-mana dan telah digambar pada  awal tulisan.

A. Pensil dan Penghapus untuk membuat sketsa.
Gunakanlah pensil yang lunak, misalnya B1 atau B2 agar  bekas  goresannya tidak melukai kertas kalau nantinya dihapus dengan karet penghapus. Untuk mempermudah  agar tidak selalu harus meruncingkan pensil, dapat kamu gunakan mechanical pencil  yang dapat kamu isi dengan  tingkat kekerasan  isi pensil tersebut di atas. Mechanical pencil dengan garis tengah  0,7 mm atau 0,9 mm lebih baik dari pada ukuran 0,5 mm. Yang terakhir ini lekas patah sehingga mengganggu konsentrasi menggambar.
       Belilah karet penghapus yang lunak. Potonglah karet penghapus ini diagonal agar dapat kamu gunakan untuk menghapus daerah-daerah yang sempit.

B.Botol air mineral  atau mug untuk persediaan air. 
Siapkan botol air mineral untuk menyediakan air yang cukup. Taruhlah sedemikian rupa sehingga tidak mudah terkena tanganmu dan tumpah di atas gambar. 

C.Cawan-pembilasan yang agak besar.  
Cawan-pembilasan adalah cawan yang kamu gunakan untuk membilas atau membersihkan kwas bila kamu akan mengganti warna atau bila kamu akan berhenti melukis.  Cawan-pembilasan berdiameter 10 cm dan tinggi 6 cm sangat cocok dipakai.

D dan E. Cawan-pengenceran-pencampuran yang lebih kecil.
Cawan-pengenceran-pencampuran berbeda dengan cawan-pembilasan. Cawan-pengenceran-pencampuran berupa cawan yang lebih kecil berdiameter 4-5 cm dan tinggi 2,5 cm. Tempat sambal dari porselen atau melamin yang dijual di toko dapat kamu gunakan  asal berwarna putih. Cat air dilarutkan dan kamu campur menggunakan cawan ini.

F. Baki-cat air.
Baki-cat air atau watercolor tray atau disebut juga palet dibuat dari plastik dan dijual di toko-toko alat tulis. Cat air yang dikeluarkan dari tube kamu taruh pada baki-cat air yang bersekat-sekat. Cat yang kamu simpan disini banyak kamu gunakan pada Pengecatan Tahap Akhir.

G. Cat air.
Banyak merek cat air yang cukup baik tersedia di toko alat tulis yang sederhana. Cat air merk Guitar, Marie, Sakura, dan Pentel cukup bermutu untuk belajar melukis ataupun untuk para pelukis yang sudah mahir.  

H. Kwas.
Pilihlah kwas untuk cat air yang baik yaitu yang bulunya halus, cukup mempunyai daya pegas, dan bila dibasahi ujungnya runcing dan tidak  terbelah. Saat ini dijual di toko alat tulis kwas cat air dengan bulu sintetik dari nilon dengan harga yang murah.

I. Kwas-Tambahan.
Kwas-tambahan adalah kwas-cat-tembok lebar 10 cm yang tidak kamu gunakan untuk melukis, tetapi hanya untuk membersihkan kertas dari remah-remah karet penghapus yang masih menempel pada kertas.

J. Cawan Untuk Cat Poster Putih. 
            Walaupun akan menggambar  secara transparan, pada tahap akhir lukisan, sedikit warna putih poster-color atau campuran warna cat air  dengan cat putih poster-color tersebut mungkin kamu perlukan untuk merapihkan bagian-bagian yang harus berwarna putih atau  bleberan bidang cat yang harus kamu rapikan. Sediakan sebuah cawan pencampuran untuk cat poster color putih. Jangan terlalu banyak menggunakan warna putih dari poster color  karena gambarnya akan menjadi tidak transparan dan kurang bagus sebagai lukisan cat air transparan karena menjadi opaque

K. Pipet.
Pipet berukuran 1 ml yaitu jenis pipet yang sering dijual di apotik dengan pangkal penyedot dari karet yang dipijit, digunakan untuk mengisap air dan menambah air bersih dari pipet tersebut ke dalam cawan-pencampuran atau baki pada waktu mencampur cat air.

L. Kain lap (tidak digambar).
Pada waktu melukis dengan cat air perlu juga kamu siapkan sebuah lap. Lap dari kain katun atau kaos T-shirt  usang yang mempunyai daya serap yang baik terhadap air sangat kamu perlukan untuk menyerap air yang terlalu banyak yang menggantung pada kwas. Jangan memijit dan menarik kwas dengan lap karena akan merusak kwas. Kwas cat minyak dapat diperlakukan seperti itu, tetapi kwas cat air tidak. Kwas yang mengandung banyak air cukup kamu sapukan pada kain lap.

M. Papan Landasan (tidak digambar).
Kamu dapat menggunakan papan landasan terbuat dari tripleks dengan ukuran 40 cm x 40 cm yang dapat kamu gerakkan bebas. Bahkan dapat kamu putar di atas meja atau diatas pangkuanmu. Dengan demikian bila perlu, gambar dapat kamu miringkan atau kamu putar ke segala arah yang kamu perlukan untuk mempermudah waktu menggambar.   
Salam kepada pembaca. 
Ketikkan Sardjono Angudi pada Google untuk membaca cerita dari                jongki.angudi@gmail.com 
12/2011

CONTOH-CONTOH HASIL KARYA
DENGAN BAHAN DAN ALAT SUBSTANDAR

                                                       Gambar 2: Poci dan sayuran.  Cat air oleh Sardjono Angudi.


 Gambar 3: Markas Kodan III Siliwangi, dahulu kediaman Panglima Bala Tentara Belanda di  Indonesia, Paleis van den Legercommandant di kiri dan Gedung Sabau di kanan. Di depan tampak lapangan  Insulinde Park, sekarang Taman Lalu Lintas (Wadjah Bandoeng Tempo Doeloe, H. Kunto, 1985). Cat air oleh Sardjono Angudi.

Gambar 4: Gedung Sabau dibangun 1916-1920, dahulu Departement van Oorlog atau  War Department oleh arsitek-arsitek Ir. F.J.L. Ghijsel, Ir. H. von Essen dan F. Stolz pada 1918. (Sekarang Kobangdiklat AD) (Wadjah Bandoeng Tempo Doeloe, H. Kunto, 1985). Cat air oleh Sardjono Angudi.

Gambar 5: Gedung Sate pada tahun 1925. Gouvernements Bedrijven (GB) dibangun 1920 oleh Ir. J. Gerber , Kol. Genie V. L. Slors dan Ir. G. Hendriks. (Semerbak Bunga di Bandung Raya, H. Kunto, 1986). Cat air oleh Sardjono Angudi.

                                         Gambar 6: Gedung Kotapraja Bandung 2001. Cat air oleh Sardjono Angudi.

Gabar  7: Jatinangor, 2001. Di kiri Gunung Geulis. Dikanan dasar Danau Bandung Purba yang sekarang menjadi daerah persawahan.  Danau Bandung Purba menggenangi Bandung sampai setinggi 30 meter pada tahun 125.000 s. M. Cat air oleh Sardjono Angudi.

Anda dapat men-download petunjuk menggambar ini gratis dengan menyebutkan sumbernya

2 comments:

  1. sangat bermanfaat... kebetulan saya juga pemula dan budget mahasiswa :)

    ReplyDelete
  2. Subhanallah, terima kasih sudah berbagi ilmu.

    ReplyDelete